6 Agama Di Indonesia Yang Telah Mendapatkan Pengakuan Resmi Pemerintah

erwinpratama.com –  Kenapa Negara Indonesia membutuhkan agama? Sebenarnya Indonesia bukanlah negara yang berazaskan/bersistem agama seperti negara yang ada di Arab, Namun Indonesia adalah negara hukum dengan ideologi PancaSila. Namun Indonesia tidak melarang penduduknya untuk memeluk agama. Bahkan Indonesia membebaskan rakyatnya untuk memilih Agama yang Ia percayai. Karena kebebasan memilih agama termasuk kedalam hak asasi manusia yang sudah pasti dilindungi oleh Hukum.

Dalam UUD 1945 berbunyi: 

BAB XA. HAK ASASI MANUSIA
Pasal 28E

(1) Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

Pasal 28I

(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.

BAB XI. AGAMA
Pasal 29

(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Pasal-pasal tersebut di atas penerapannya dibatasi oleh hak-hak asasi orang lain yang diatur dalam pasal 28J sebagai berikut:

(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

Lagipula, Ideologi Bangsa Indonesia Pancasila pada sila pertama berbunyi: “Ketuhanan Yang Maha ESA”. Itu artinya bahwa Indonesia mengakui adanya Tuhan, dan Indonesia mengakui Tuhan itu maha ESA, yang artinya Tuhan itu Satu.

Kembali ke pertanyaan, Kenapa Negara Indonesia membutuhkan agama? Tentu saja suatu negara membutuhkan agama. Agama diciptakan oleh Tuhan untuk mengatur manusia. Selain itu, Fungsi agama adalah: Untuk petunjuk jalan bagi orang-orang yang buta akan nilai moral dan norma di kehidupan bermasyarakat. Artinya, Dengan memeluk suatu agama, maka Ia akan selalu dalam jalan kebaikan yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi Dirinya sendiri maupun orang lain. Karena pada dasarnya, Agama mengajarkan kebaikan. Intinya, Agama membuat seseorang menjadi baik. Jika orang menjadi baik karena agama dan Jika rakyat menjadi baik, maka diharapkan Negara Juga akan menjadi lebih baik dengan adanya suatu agama.

agama di indonesia

Lalu Agama apa saja yang diakui di Indonesia? Agama yang diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia berjumlah 6, yaitu: Islam, Protestan, Katolik, Hindu,  Buddha, Kong Hu Cu. Apakah selain dari ke 6 agama itu masih ada agama lagi yang di akui di Indonesia? Sepertinya tidak. Karena “Agama baru” BISA JADI akan dianggap sebagai agama yang sesat karena akan bertabrakan dengan keenam ajaran agama tadi. Pada tahun 2010, Indonesia pernah melakukan sensus kepemelukan Agama, dan hasilnya adalah: Dari 237.641.326 orang di Indonesia, Islam (87,18%), Protestan (6,96%), Katolik (2,9%), Hindu (1,69%), Buddha (0,72%), Kong Hu Cu (0,05%), tidak terjawab atau tidak ditanyakan (0,38% ).

Apakah dengan banyaknya jumlah Agama di Indonesia bisa membuat Negara Indonesia tentram dan damai? Jawabannya “Bisa Iya” namun juga “Bisa Tidak”. Banyaknya aliran kepercayaan di Indonesia, kadang membuat kerusuhan yang terjadi, misalnya adalah Konflik Antar Agama”. Biasanya konflik antar agama terjadi karena perbedaan pendapat ataupun perbedaan keyakinan. Untuk bisa menghindari hal ini, Toleransi Agama lah yang dibutuhkan. Kita harus menghargai pemeluk agama lain. Dan jangan mengurusi agama orang lain, Kita cuma harus fokus beridah ke agama yang Kita yakini saja.

6 Agama Di Indonesia

1. Agama Islam

Agama Islam
Masjid Islam

Agama Islam adalah Agama yang mengakui bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah. Dan memiliki kitab suci Al-Quran. Rumah ibadah umat muslim adalah Masjid. Islam adalah agama yang paling banyak dianut oleh rakyat Indonesia sekitar 87,18% (sensus 2010). Bisa dibilang jika mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Mayoritas Islam di Indonesia adalah penganut aliran Islam Sunni (sekitar 98%), lalu sisanya adalah pengikut aliran islam Syiah (diatas 1%). NU (Nahdlatul Ulama) adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia.

2. Agama Kristen Protestan

Agama Kristen Protestan
Gereja Kristen Protestan

Agama Kristen Protesten melakukan ibadah di Gereja Kristen Protestan. Memiliki Kitab suci yang disebut dengan Alkitab (tanpa Deuterokanonika). Dan menganggap Yesus sebagai juru selamat. Agama Kristen Protestan adalah agama terbesar kedua di Indonesia, sekitar 6,96% (sensus tahun 2010).

3. Agama Kristen Katolik

Agama Kristen Katolik
Gereja Kristen Katolik

Orang-orang yang beragama Kristen Katolik melakukan ibadah di Gereja Kristen Katolik. Memiliki kitab suci yang bernama Alkitab (termasuk Deuterokanonika), atau Kitab Suci Katolik (khusus Katolik). Dan Yesus dianggap sebagai juru selamat.  Agama Kristen Katolik merupakan agama terbesar ketiga di Indonesia, sekitar 2,9% (sensus tahun 2010).

4. Agama Hindu

Agama Hindu
Pura Hindu

Orang-orang pemeluk agama Hindu melakukan ibadah di tempat ibadah yang disebut sebagai Pura. Penganut agama Hindu mempunyai kitab suci yang bernama Weda. Umat Hindu mengagungkan sosok Wisnu, Kresna, dan Siwa, sebagai Dewa. Agama Hindu ialah agama agama dengan urutan keempat di Indonesia dengan jumlah 1,69% (sensus tahun 2010)

5. Agama Buddha

Buddha
Vihara buddha

Orang-orang yang memegang teguh ajaran Buddha melakukan ibadah di tempat ibadah yang bernama Vihara/Wihara. Kitab cuci pemegang ajaran agama Buddha adalah Tripitaka. Dalam ajaran Agama Buddha, tidak dikenal adanya “Dewa Pencipta” atau pun “Sang Pencipta Dunia”. Alam semesta dengan segala isinya diatur oleh hukum universal (Niyama Dhamma) yang berlaku di semua alam kehidupan, segala isi Bumi, segala tata bintang, maupun segala galaksi di jagat raya ini. Agama Buddha berada di urutan kelima dengan persentasi jumlah pemeluk agama sebesar 0,72% (Sensus 2010)

6. Kong hu chu

kong hu chu
Kelenteng Kong Hu Chu

Lintang/kelenteng adalah sebuah nama tempat ibadah untuk orang yang memiliki agama Kong Hu Chu. Kitab suci umat Kong Hu Chu meliputi: Empat Kitab (Kitab Ajaran Besar, Kitab Tengah Sempurna, Kitab Sabda Suci, dan Kitab Meng Zi), Lima Sutra (Kitab Sanjak, Kitab Hikayat, Kitab Perubahan, Kitab Kesusilaan, dan Kitab Chun Qiu), dan Kitab Bakti.
Berdasarkan kitab Zhong Yong agama adalah bimbingan hidup karunia Tian/Tuhan Yang Maha Esa (Tian Shi) agar manusia mampu membina diri hidup di dalam Dao atau Jalan Suci, yakni “hidup menegakkan Firman Tian yang mewujud sebagai Watak Sejati, hakikat kemanusiaan”. Hidup beragama berarti hidup beriman kepada Tian dan lurus satya menegakkan firmanNya.
Agama Kong Hu Chu sering disebut agamanya orang tionghoa, karena memang rata-rata pemeluk agama ini adalah orang Tionghoa atau orang Cina.
Agama Kong Hu Chu adalah Agama keenam yang diakui oleh pemerintah Indonesia dengan persentase jumlah pengikutnya sekitar 0,05% (sensus 2010)

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *